Kesendirianku adalah
satu sisi kehidupanku yang lain
Kesendirianku adalah
Hanya aku dan Dia
Kesendirianku adalah
Celah masuknya hidayahMu
Amin.
Monday, February 07, 2005
Monday, January 10, 2005
Menjadi Pejuang Alloh
Waktu itu pasti akan datang.
Karena itu sudah menjadi sunnah.
Islam akan kembali berjaya.
Memusnahkan semua angkara murka.
Waktu itu pasti akan datang.
Dimana kita adalah para prajurit.
Berada dimedan pertempuran.
Dimana syahid menjadi cita.
Waktu itu pasti akan datang.
Menjemput kita melalui suatu tanda.
Dalam terang maupun gelap gulita.
Dan kita sekarang.
Harus siap untuk berperang.
Karena itu sudah menjadi sunnah.
Islam akan kembali berjaya.
Memusnahkan semua angkara murka.
Waktu itu pasti akan datang.
Dimana kita adalah para prajurit.
Berada dimedan pertempuran.
Dimana syahid menjadi cita.
Waktu itu pasti akan datang.
Menjemput kita melalui suatu tanda.
Dalam terang maupun gelap gulita.
Dan kita sekarang.
Harus siap untuk berperang.
Ummat
Ingin rasanya aku curahkan seluruh hidup ini demi kepentingan Ummat.
Berjuang dan Berkorban untuk kepentingan Ummat.
Sedih, Luka, Gembira hanya untuk Ummat.
Demi Menggapai Keridhaan-Nya.
Berjuang dan Berkorban untuk kepentingan Ummat.
Sedih, Luka, Gembira hanya untuk Ummat.
Demi Menggapai Keridhaan-Nya.
Saturday, December 25, 2004
Kita Hari ini
Setiap perputaran roda pasti ada perbedaan, karena ia menapaki permukaan jalan yang lain dari tiap sudutnya. Begitupun seharusnya kita, hari demi hari menapaki suasana yang berbeda seiring dengan berjalannya roda waktu. perbedaan itu seharusnya pula adalah sesuatu yang positif yang dapat menunjukkan kualitas diri kita sampai detik terakhir ini, baik dari kualitas jasadi maupun rohani serta fikroh yang terus berkembang mengikuti zamannya.
Kita adalah roda, maka berputarlah...
Kita adalah roda, maka berputarlah...
Di sepertiga itu ...
Mataku tak tersentuh cahayaMu
Masih rapat berat disinggahi musuh terbesarku
Masih dibelai lembut halusinasi duniawi
Terapi syaithoni merenggut jasadi
Mataku tak tersentuh cahayaMu
Meski Guntur memecah telingaku
Meski Petir menyambar kepingan sadar dalam diriku
Terapi syaithoni mengungguliku
Disepertiga itu
Akankah rebah masih terjaga ?
Masih rapat berat disinggahi musuh terbesarku
Masih dibelai lembut halusinasi duniawi
Terapi syaithoni merenggut jasadi
Mataku tak tersentuh cahayaMu
Meski Guntur memecah telingaku
Meski Petir menyambar kepingan sadar dalam diriku
Terapi syaithoni mengungguliku
Disepertiga itu
Akankah rebah masih terjaga ?
Subscribe to:
Posts (Atom)

